Newest Post

DNR LM1894 PENEKAN DESIS (ANTI NOISE)

| Sabtu, 28 Juli 2012
Baca selengkapnya »


Salah satu hal yang ditakutkan oleh para diyer perakit audio amplifier adalah noise. Dengung sudah teratasi, masalah berikutnya adalah noise. Di banyak peralatan audio ada IC tertulis LM1894, ternyata IC ini adalah penekan desisnya. Fungsi... Maksud anti noise di sini adalah suatu rangkaian yang fungsinya untuk menekan desis yang ditimbulkan dari pita kaset, pre-amp head, preamplifier, mixer audio dan pre-amplifier analog sejenisnya. Sebagian komponen saya remove karena dirasa tidak perlu, tetapi masih bisa menekan noise pada radio FM. Perlu/tidak perlu... Sinyal audio yang direkam dengan peralatan digital biasanya tidak perlu alat ini! Karena biasanya operator yang merekam sudah menggunakannya, tetapi jika belum atau dirasa masih bernoise ya silakan rakit dan test! Pemasangan... Idealnya rangkaian ini dipasang sebelum potensio volume/master. Maksudnya sinyal input harus cukup/besar untuk diproses LM1894, setelah diproses (output) boleh kita kurangi sinyal output ini dengan pemasangan Potensio (volume/master). (maaf kalau bahasa saya susah dimengerti). Pengetesan... Sumber sinyal dari pita kaset ditambah pre-amp head kemudian direkam di PC. Play back bernoise seperti aslinya. Kemudian antara PC dan amplifier saya pasang DNR, hasil masih bernoise juga, putar trimpot VR 1K ke kanan baru noise bisa berkurang, benar-benar low noise. Selamat bereksperimen!

DNR LM1894 PENEKAN DESIS (ANTI NOISE)

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 28 Juli 2012
With 0komentar

PENJELASAN & FUNGSI MASING-MASING KOMPONEN PADA POWER OCL 150 WATT

|
Baca selengkapnya »


R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc.

R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Ini yang tidak dimiliki amplifier lain.

R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K.

R3 (560), kebalikan dari R6

C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc.

TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas.

D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.

R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas.

D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan.

R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan.

TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA.

C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3

C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran V bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan.

TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C.

R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing-masing. Sebaiknya resistor ini diganti dengan daya 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rendah, susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.


Tambahan...

L, menahan sinyal di atas 20Khz & memutus osilasi ke jalur speaker. Jika sinyal treble terhambat dengan adanya L maka Ra menyalurkannya ke speaker dengan nilai yang mendekati impedansi speaker, biasanya 10 Ohm.

Rb & C, membantu kerja L & Ra. sinyal di atas 20KHz akan mengalir ke ground melalui Rb (10). Nilai C biasanya kurang dari 100nF. Sedangkan Rb biasanya mendekati nilai impedansi speaker 8 Ohm dengan daya minimal 2 Watt. Kalau Rb ini gosong berarti sinyal ultra treble/osilasi ada dan kerja . Jadi hati-hati dengan treble yang berlebihan!

PENJELASAN & FUNGSI MASING-MASING KOMPONEN PADA POWER OCL 150 WATT

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

PERKIRAAN DAYA OUTPUT (RMS) AUDIO AMPLIFIER

|
Baca selengkapnya »


Daya RMS adalah daya yang tersalurkan ke beban/speaker, belum termasuk panas yang dihasilkan power transistor, trafo, dioda, dan komponen lain.

Memperkirakan seberapa besar output dari suatu amplifier adalah dengan melihat seberapa besar power supply/transformatornya, tegangannya. Sebagai contoh amplifier Blazer 400 Watt disupply dengan tegangan 32 Volt maka outputnya ada sekitar 250 Watt. Supply 47 Volt akan mentransfer daya sekitar 276 Watt rms per satu speaker (8 ohm) dan 552 Watt pada dua speaker (4 ohm) ini kalau trafonya kuat. Daya berubah-ubah seirama intensitas dan getaran speaker.

Daya transfer optimum adalah setengah kemampuan maksimal. Sebagai contoh, transformator 1600 Watt akan aman menyalurkan 800 Watt ke amplifier, 400 Watt tersalur ke speaker sisanya masih tersimpan dan sebagian kecil menjadi panas. Teknik mengatasi panas ini biasanya dengan menurunkan impedansi amplifier terhadap speaker, yaitu dengan memperbanyak jumlah final power transistor.

Tabel di atas berlaku untuk semua amplifier (OCL, Blazer, Apex, Leach, Gajah). Lihat juga rating tegangan amplifier yang cocok untuk masing-masing amplifier, misalkan Gain-clone jangan dipaksakan dengan tegangan supply lebih dari 32 Volt.

Nilai tegangan ac 32 Volt disearahkan menjadi 44.8 Volt dc, ini tegangan maksimumnya karena ada kapasitor elko. Setelah diberi beban ke rangkaian amplifier, tegangan ini biasanya turun menjadi 41.6 V. Jika amplifier digeber sampai pada output maksimum maka tegangan ini biasanya turun mendekati tegangan ac trafo 32 Volt atau bahkan turun.

Inilah kekurangan dari power supply linier, tegangan selalu naik turun seirama dengan getaran speaker walaupun menggunakan trafo 15A, 25A, elko 100.000uF semuanya pasti turun, ngedrop pada beban maksi dan pasti mengurangi kualitas suara. Ada beberapa teknik untuk mensiasati tidak stabilnya teganan ini, di antaranya dengan memisahkan power supply untuk rangkaian core/inti, tetapi tegangan pada final transistor tetap ngedrop, ini lebih baik dari pada rankain core yang ngedrop.
Yang ke dua adalah dengan rangkaian pengendali tegangan, ini mengarah ke SMPS.

Karena harga trafo dan kapasitor elko yang semakin mahal dan tidak stabilnya tegangan, saya merasa kurang puas dan berpikir untuk mendesain sebuah SMPS supaya lebih ringan di tangan, di kantong dan terkesan canggih. Ada banyak keuntungan menggunakan SMPS ini, Semoga saja ada kesempatan untuk mendesain proyek ini.

Selamat bereksperimen!

PERKIRAAN DAYA OUTPUT (RMS) AUDIO AMPLIFIER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

RANGKAIAN AMPLIFIER SPIRIT

|
Baca selengkapnya »


Rangkaian amplifier built-up yang cukup bagus tidak selalu rumit. Ini ada rangkaian amplifier yang saya gambar dari hasil melihat kitnya langsung, amplifier milik kang Dot. Rangkaian ini cukup sederhana, yang paling rumit ternyata ada di pre-amp dan protektornya.

Cara kerja rangkaian...
Rangkaian op-amp stage 1 adalah jantung rangkaian, stage input dengan kekuatan yang cukup untuk mendrive power transistor. Sensor1 & 2 bisa berupa ntc yang menempel di main heatsink, ini adalah optional jadi bisa dihilangkan, fungsinya untuk menurunkan nilai tegangan bias jika heatsink panas berlebihan. Tidak ada trimpot bias, sebagai gantinya R6 & R8 membagi tegangan sehingga didapatkan <=0.6v pada kaki basis tr driver. Jika tegangan ini lebih sedikit saja transistor driver bisa rusak dan bisa memicu transistor final rusak secara berjamaah/ berpasangan. Transistor ini sudah biasa sering rusak, tetapi setelah diganti dengan sanken, aman-aman saja. Beginilah resiko dari amplifier yang menghentak tanpa limiter.

Sepasang transisitor driver Q1 & Q2 adalah transistor utama amplifier, sedangkan ke-3 pasang transistor yang lain membentuk mode rangkaian current dumping sehingga akan bekerja jika ada sinyal (terutama bass). Pemasangan final transistor seperti ini ada di Blazer, hercules, Eti300w/Raksasa baru. Perancangan seperti ini didesain untuk menghasilkan nada bass yang menghentak, soal kejernihan suara itu nomor dua, tetapi di sini transistor driver sudah bekerja di kelas A.

Panas yang dihasilkan cukup sedikit karena memakai mode ini (current dumping) ditambah lagi dengan jumlah final/power transistor yang lebih dari satu pasang. Saya biasa menggunakan jumlah final transistor minimal 2 pasang untuk menghindari panas ini. Pemasangan resistor beban tetap harus ada di kaki emitor. R16 dan C4 biasanya bertujuan untuk menstabilkan (mengurangi) frekuensi ultra treble.

Semua transistor menggunakan Sanken. Supply 63V ct 800VA toroid. Kapasitor reservois menggunakan 2x 10.000uF/100V untuk stereo

Perkiraan daya...
500W rms pada 8 ohm dan 1000W pada 4 ohm, tetapi supply trafo hanya terbatas di 800VA. Bingung dengan output power ini? Jangan terlalu dipikirkan yang lebih penting dari itu adalah loud speaker dan supply tidak ngedrop. Dengan supply trafo sebesar itu cukup puas mendrive speaker 18".

Kalau mungkin saya salah gambar, R4-220k dipasang paralel dengan C2-68pF

sumber: audio kreatif www.elektronikakreatif.blogspot.com 2012/1

*Kalau ada yang bikin tolong atuh sharing pcbnya, komentar dan beri linknya, ok?

RANGKAIAN AMPLIFIER SPIRIT

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

MODIFIKASI POWER OCL 150 Watt

|
Baca selengkapnya »


Pemilihan PCB...
Model PCB yang saya pilih adalah yang mono. Alasanya adalah yang mono lebih mempertimbangkan routing topologi sehingga hasil output cenderung lebih stabil, sedangkan yang stereo lebih ke tata letak artistik .

Modif versi Low voltage (32V):
1. Ganti kapasitor 100nF dengan 22nF (khusus OCL 150W)
Ini untuk menyaring sinyal infra bass yang tak terdengar dan suka mengganggu/
menggetar-getarkan daun speaker.
2. Ganti kapasitor elko 47uF/50V yang bawah-tengah (kapasitor resonansi) dengan 22uF/16-50V
Fungsi sama dengan no.1, dan membantu menaikkan hentakan sinyal bass (cocok untuk semua nada bass).
Dua point ini diharapkan untuk menjaga daun speaker dari guncangan bass yang berlebihan
tanpa mengurangi produksi suara (bass-med-treble).
3. Parallel R 100K dengan kramik 1nF (input to ground)
Ini penting untuk kesetabilan sinyal, mengurangi noise yang mungkin masuk, mengurangi tingkat
kerusakan speaker/twiter dan sebagai limiter sehingga output lebih powerful


Modif versi High voltage(40-65V):
4. Pindahkan kaki kanan resistor 10K ke ground
Ini untuk menghemat listrik, dan menghindarkannya dari panas
5. Kapasitor elko power supply
2x4700uF 63V(trafo max 45V ct), 4700uF/80V(untuk tegangan lebih dari 45V ct)
6. Ganti ke-3 elko dengan 47uF/100V
7. Ganti transistor A564 dengan 2N5401 (basis tengah)
Transistor D438 diganti dengan MJE340.
D313/B507 ganti dengan MJE340/MJE350 (pemasangan terbalik)
Power Transistor menggunakan MJ15003-4 atau sanken C2922
8. Tegangan offset sekitar 100mV, ini biasa terjadi di power OCL. Untuk menguranginya,
parallel resistor 560(kiri) dengan trimpot sekitar 2K ohm. Dua kaki tegah dan pinggir disatukan,
posisi arah tengah untuk menghindari dari short. Atur trimpot ini sehingga tegangan offset
mendekati nol
9. Pengkabelan untuk power transistor sependek mungkin
10. Ingat, ambil jalur ground speaker dari CT elko power supply (kembali ke nol)

Kesimpulan...
Pada eksperimen versi Low voltage
Jernih, bass cukup nendang dan pulen, daun speaker lebih stabil dari sebelum dimodif.

eksperimen High voltage
cukup nendang dan stabil. Bass agak kering. Cocok untuk speaker dengan diameter 15" atau lebih.
Jika tegangan supply trafo dinaikkan menjadi 65V ct resistor 2K2 dan 4K7 hangat.

Sebaiknya dimodif sampai ver low volt saja (trafo 32V ct) karena banyak transistor predriver palsu,
misalkan mje350/mje340 dan B649A/D669AC, fisik transistor ini mirip sama tetapi sablonan beda.
Perlu diingat satu transistor predriver rusak bisa mengajak transistor driver rusak juga, sedangkan
transistor driver mengajak power transistor untuk rusak pula. Biasanya power transistor rusak tidak
sendirian tetapi mengajak pasangannya (terlemah) untuk rusak pula.
Karena satu transitor kecil palsu yang rusak bisa merusak semua transistor!!!

menggunakan transistor palsu tidak bagus di tegangan tinggi, sebelum transitor pada rusak
sinyal megap-megap seperti tersendat-sendat di beban berat, sinyal kurang mulus dan output power melemah!!!

Sampai sekarang saya belum menemukan amplifier rakitan yang memuaskan selain OCL modif ini.
baca juga penjelasan komponennya power OCL!
selamat bereksperimen!

MODIFIKASI POWER OCL 150 Watt

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

RANGKAIAN PEAK DETEKTOR

|
Baca selengkapnya »


rangkaian ini dibuat untuk menandakan kalau amplifier telah diberi sinyal maksimum, kemampuan amplifier telah berada pada puncaknya. jika lampu menyala berarti sinyal-volume jangan ditambah lagi.

cara kerjanya adalah lampu led akan menyala jika diberi sinyal yang lebih dari 1,8 Volt, rata-rata amplifier akan jenuh (maksimum) kalau diberi sinyal lebih dari ini.

Rangkaiannya sangat sederhana sekali sampai-sampai kita lupa kalau membuat rangkaian peak singnal bisa dengan cara ini. rangkaian ini dipasang pada output tone control IC, output master mixer, atau input power amplifier. Rangkaian ini tidak akan membebani rangkaian yang lain.
selamat bereksperimen!

RANGKAIAN PEAK DETEKTOR

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

CARA BRIDGE - BTL POWER OCL

|
Baca selengkapnya »
Membridge atau membtl dua power amplifier menjadi satu amplifier bisa dengan rangkaian op-amp inverting atau yang sering adalah dengan menyatukannya dengan satu biji resistor 10k-40k (R-BTL)
kudua amplifier bekerja aktif saling berlawanan. Jika amplifier sangat kuat maka daya yang dihasilkan bisa mencapai 4 kali lipatnya (hasil arus 2x, tegangan 2x = daya 4x).

Di mana memasang R-BTL?
pasang R-BTL di kaki R33K (yang ada di jalur speaker) power ch atas ke R yang sama pada power ch2. lihat gambar, nilai-nilai di sini sesuai dengan nilai komponen yang ada di power OCL.
input biasa pada power ch bawah tidak dipakai atau bisa di hubungkan ke ground.
Biasanya R-BTL sama/mendekati nilai R-gain, disini 33K

Catu daya berapa watt...
Jika menggunakan rangkaian 2 x 150W, usahakan menggunakan trafo yang mampu menyalurkan daya sebesar 600W, 10A besar. Akan lebih baik kalau menggunakan 2 power supply, 2 x 300W, atau trafo 2 x 5 A besar. Ini trafo minimal, berlaku untuk main geber-geberan. Power BTL biasanya dipakai untuk mengetes speaker besar, 1 atau 2 unit speaker saja tidak lebih.

CARA BRIDGE - BTL POWER OCL

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

RANGKAIAN PENGENDALI KIPAS DC UNTUK POWER AMPLIFIER

|
Baca selengkapnya »
Variabel speed DC fan
(Cara kerja rangkaian meniru cr-st audio, ngarang)
Rangkaian ini bekerja berdasarkan input sinyal. Kecepatan/putaran kipas tergantung besarnya input sinyal yang berasal dari jalur speaker. Jika tidak ada sinyal maka kipas akan berputar pelan sesuai setingan VR1.
Input supply bisa diambil langsung dari trafo utama power amplifier, 12V CT 12V, jadi tidak perlu penambahan trafo lagi.
Rangkaian ini sudah dites dan tidak menimbulkan dengung.
koreksi : R yang paling bawah: 560 ohm

RANGKAIAN PENGENDALI KIPAS DC UNTUK POWER AMPLIFIER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

SPEAKER RAKITAN ACR FABOULUS & EXCELLENT

|
Baca selengkapnya »
Pabrik speaker di Surabaya memang mampu membuat speaker berkualitas internasional, tapi yg kualitas bagus itu diekspor ke luar dan balik lagi ke kita dengan merek macem2 & tentunya dg harga sangat tinggi. Th '95an ACR C1230 mampu digeber dg power ocl volume maxi hasil suara bening, halus & tidak pecah, mulai krisis moneter 97/98 kualitas spk ACR pecah & tidak awet lagi.

Dari teman2 yang pernah mengujicoba sekian tipe, ada beberapa keterangan mengenai speaker lokal :
Untuk speaker berdiameter 6”–10” kebanyakan didesain untuk woofer yang ditandai dengan tutup dust bulat, sedangkan tutup corong, fullrange. Speaker ini rata-rata bersuara jernih dan halus, untuk nada bas jangan khawatir, empuk, sangat cocok untuk dalam ruangan.
ACR 6,5" tipe 610 bahan kertas bersuara woofer mendekati fullrange suara bening sedangkan yg berbahan plastik polipropylene medium cenderung kasar.

Seri 1230 Black menjadi andalan ACR karena karakter suara mendekati fullrange sempurna sehingga tidak diperlukan lagi tweeter.

12” kebanyakan didesian untuk mid, bas-mid & fullrange
15” kebanyakan didesain untuk bass-mid. Ukuran 12 &15 cenderung bersuara kasar.

Acr fabolous:
1. Untuk ukuran 12” (7512) berkarakter mid
2. 15”(1515) berkarakter woofer, sesuai ukuran bok. Spektrum frekuensi bas relatif datar. Untuk ukuran 18" tipe tertentu menjadi andalan ACR di nada subwoofer.

Acr excellent:
1. Suara yang dihasilkan cenderung ke nada mid-bass (15”) dan nada mid(12”)
2. Nada bass cenderung kasar, bass-mid
3. Opertaor sound cenderung memilih speaker ini, karena lebih ringan dari premier ataupun fabolous

Acr premier:
1. Pada tipe tertentu didesain untuk subwoofer dengan dimensi bok yang relatif kecil, array
2. Para operator sound biasanya kurang menyukai speaker ini karena menyedot listrik yang relative besar
3. Subwoofer, dengan volume bok yang tidak biasa
4. Speaker ini tidak disarankan untuk dibeli.

Acr black magic (12” & 15”):
1. Suara relative open
2. Jika dibandingkan dengan Acr yang harganya relative lebih murah, nada bass masih terdengar walaupun ditest ditengah lapangan
3. Ukuran spool lebih besar dari acr biasa, dan tenaga bass lebih kuat. Ini speaker rekomendasi saya, walaupun speaker import jauh lebih murah dan lebih bagus.

Biasanya speaker besar berdaya 850W atau lebih akan mengecewakan jika dipasang dengan amplifier rakitan. Speakernya benar, bok dan amplifiernya yang harus dibenahi.

Semua kesimpulan di atas tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Speaker mahal seharga excellent-premier pun akan kalah jika dibandingkan dengan speaker 12" dengan ukuran box yang pas.

SPEAKER RAKITAN ACR FABOULUS & EXCELLENT

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

MODIFIKASI TONE CONTROL PARAMETRIC PENAMBAHAN BASS ADJUSTER

|
Baca selengkapnya »
Rangkaian ini berguna juga untuk mengetahui karakter nada bass dari speaker yang kita rakit. Dengan sedikit rangkaian tambahan yang dipasang pada tone control, kita bisa memilih karakter nada bass sesuai yang kita inginkan. Rangkaian ini mengadopsi sistem resonansi prametric bukan tapis low pass filter yang sering dipakai pada subwoofer biasa sehingga gain spektrum frekuensi menjadi lebih linier.

Rangkaian yang menggunakan catu daya simetris memang sedikit repot di bagian power supply-nya, tetapi audio yang baik memang harus simetris agar lebih kuat dan stabil.

Sebagai contoh untuk dijadikan bahan percobaan, kita pilih tone control matric (bukan promosi).
Gambar di atas adalah rangkaian tone control atau bisa disebut pre-amplifier. Input inverting pada op-amp pertama terpasang jaringan resonansi R-C yang terhubung ke ground. Jaringan ini berfungsi untuk menaikkan nada yang kita inginkan, misalnya nada bass. Supaya frekuensi yang kita inginkan bisa diset (diputar-putar), jaringan ini kita ganti dengan rangkaian di bawah ini:


Rangkaia ini tidak mempunyai terminal input, yang ada hanya terminal Output & Supply.
Rangkaian ini berfungsi sebagai pengganti rangkaian resonansi R-C. Sebenarnya, yang bagus adalah rangkaian L-C seperti pada pemancar radio. C di sini adalah kapasitor yang paling atas, sedangkan rangkaian yang lain berfungsi sebagai pengganti L (induktor).

perkiraan perhitungan dengan pembulatan...
perhitungan induktansi...
L = R1 x R2 x C
L = 470 x 50k x 47nF 1,1 Henry
L = 470 x 250k x 47nF = 5,5 Henry

dengan rumus frekuensi resonansi:
Fo = 1 / 2 x π x √( L x C )
kita dapatkan...
Fo1 = 1 / 2 x 3.141 x √( 1.1 x 1uF ) = 150 Hz (potensio diputar maksimum ke kanan)
Fo2 = 1 / 2 x 3.141 x √( 5,5 x 1uF ) = 70 Hz (potensio diputar maksimum ke kiri)

silakan koreksi!

Untuk mendapatkan equaliser yang lengkap (sesuai keinginan) pcb di atas harus di cetak dalam jumlah banyak, yang diganti adalah nilai-nilainya saja. Rangkaian ini selain bisa dipasang di tone control IC juga bisa di pasang di rangkaian power OCL, hasilnya cukup memuaskan, karakter bass bisa diset sesuai keinginan kita.

Target rangkaian ini adalah memenuhi keinginan selera semua orang yang berbeda-beda, dan siapa saja bisa rakit bukan hanya yang sudah biasa rakit-rakit tapi bagi yang awam pun bisa mempraktekkannya, selamat berexperimen!

MODIFIKASI TONE CONTROL PARAMETRIC PENAMBAHAN BASS ADJUSTER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

GAIN CLONE - LM3886 PARALEL

|
Baca selengkapnya »
menurut datasheet, IC LM3886 ini mampu menyalurkan daya ke speaker sekitar 50Watt pada 8 Ohm. Jika kita parallel hasilnya bagaimana ya?

LM3886 single chip -> 8 ohm -> 50Watt (40w-70w) -> 1 speaker -> hangat
LM3886 single chip-> 4 ohm -> 68Watt (68w-80w) -> 2 speaker -> panas
LM3886 parallel (2) -> 8 ohm -> 50Watt (40w-70w) -> 1 speaker -> adem
LM3886 parallel (2)-> 4 ohm -> 100Wat (100w-160w) -> 2 speaker -> hangat

Datasheet LM3886 menggunakan kata "avg" (average) yang berarti rata-rata atau perkiraan. Perkiraan di atas menggunakan supply 28v-35v, output power tidak menentu tergantung supply. semakin besar supply semakin panas dan semakin besar outputnya. kesimpulan, yang paling mempengaruhi besar output power secara berarti dalah banyaknya jumlah speaker.

Jika menggunakan speaker kecil dan suara bass sudah tidak enak didengar, jangan paksakan untuk menambah daya power amplifier, lebih baik memperbesar atau menambah unit speaker.

GAIN CLONE - LM3886 PARALEL

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

UKURAN DIMENSI BOX SPEAKER PARALEL

|
Baca selengkapnya »
Bok speaker ini menggunakan dua driver 12", 15", atau 18". Seperti kita ketahui menggunakan lebih dari satu driver dapat meningkatkan/memaksa amplifier untuk mengeluarkan powernya.


Saya rekomendasikan ukuran 12" saja, karena yang 15" dan 18" berdimensi sangat besar dan rasanya tidak bisa diangkat sendiri. Untuk 12" dan 15" suara bass bisa empuk. sedangkan untuk yang 18" saya tidak bisa beri banyak kesimpulan, saya belum mencobanya, tapi orang-orang memakai ukuran itu.

SLOT PORT...
Untuk 15" dan 18" bisa mengganti lubang port bulat dengan lubang kayu biasa di antara speaker selebar max 10cm dan ke dalam sekitar 25-30cm (slot port). Slot port diyakini mampu menambah repro bass, semakin besar semakin kuat tetapi harus didukung dengan bok yang besar juga. Dan ukuran ini sudah sangat besar.
Ukuran slot port yang terlalu besar pada bok yang kecil menyebabkan nada bass semakin high (mid-bass) dan gain lebih kencang, sedangkan ukuran di atas adalah setingan woofer. Semakin kecil port semakin low tetapi gain bass semakin kecil. Baca juga Cara Tuning Subwoofer

Biasanya pemasangan panel depan (buffle) menjorok ke belakang 10-15 Cm untuk pemasangan ram sehingga setingan berada kira-kira di antara woofer dan mid-bass. Tuning volume sehingga didapat 200 liter untuk 2x12" dan 250 liter untuk 2x15"

TULANG PENGUAT (BRACING)...
Ini juga sangat penting untuk menghasilkan suara yang kental, pemasangan bracing yang paling baik menurut saya adalah di antara panel depan (dekat baut) dan sisi samping speaker sebanyak 4 bracing.

PEMILIHAN SPEAKER...
Bok double bass reflek seperti ini biasanya menggunakan speaker berdaya 500-850 Watt. Jangan takut memilih speaker dengan magnet besar. Pilihlah karakter sesuai selera, misalkan woofer, mid-bass. Jangan memilih fullrange jika ingin karakter woofer.
Amplifier rakitan yang sanggup menggetarkan speaker ini adalah Power Amplifier OCL Modif 

Selamat bereksperimen!

UKURAN DIMENSI BOX SPEAKER PARALEL

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

PERCOBAAN BOX SPEAKER SUBWOOFER 12" Sphinx SX-1220

|
Baca selengkapnya »
Saya penasaran dengan speaker subwoofer 12", sepertinya suara bass-nya mantap.
saya beli merek SphinX di pasar cikapundung tahun 2003an, katanya sih speaker ini buatan surabaya. waktu itu harganya 225 - 350 ribu. saya pilih dengan harga 225 ribu saja dengan pertimbangan cone berbahan polypropylene, jadi lebih tahan air.

Spesifikasi driver:
Merek : Sphin-X
Model : Sx 1220
Diameter: 12"
Power : 350 Watt

Waktu itu saya beli bok untuk 12" di pasar, dimensinya tipis dengan tebal sekitar 35cm. langsung saya tes. ternyata hasilnya mengecewakan. medium tidak keluar, bass tidak keluar, yang keluar hanya suara getaran cone dan bok, brekk-brek. saya berpikir apa yang salah? ganti bok, suara rada mendingan tetapi tidak se powerfull ACR 1230 fullrange. kurang puas dengan hasil, pecobaan gonta-ganti bok terus dilanjut beberapa kali sampai menemukan yang optimal.



percobaan terakhir yang berhasil adalah dengan memasang secara berhadapan dengan ACR 1230 fullrange. ACR 1230 dipasang dari dalam bok, sedangkan SX-1220 dipasang dari luar bok. Jika ke-2 driver dipasang dan disekrup dari luar hasilnya kurang memuaskan. pengetesan menggunakan beberapa peralatan dari mulai tapis control sub sampai equalizer parametrik. hasil tes sangat memuaskan. rasanya seperti menggunakan speaker super. pada nada low, saya rasa speaker 15" juga kalah jauh.

ukuran bok waktu itu masih menggunakan papan tipis 12mm. dimensi 47.5cm x 47.5cm x 60cm. pemasangan speaker agak menjorok ke dalam 4cm. penempatan unit di pinggir tembok, kalau di tempatkan di pojok rasanya seperti menggunakan 4 unit speaker.

Speaker subwoofer ini ternyata ada kelebihan dan kekurangannya
kelebihannya:
1. penguatan nada bass sangat tinggi, sehingga bunyi getaran bok yang terbuat dari
kayu yang tipis dapat dikalahkan
2. nada gitar bass dan low kick drum sangat kuat dan empuk
3. Jangkauan bass bisa jauh

kekurangannya:
1. dimensi bok yang besar
2. magnet speaker kelihatan
3. nada kendang pada musik etnik/daerah dan dangdut banyak yang tidak cocok alias
bassnya tidak terdengar, subwoofer menjadi percuma. ini salah satu alasan
operator sound belum mau menggunakan subwoofer.
4. hanya cocok untuk nada gitar bass dan low kick drum

Untuk percobaan berikutnya harus menggunakan kayu yang lebih tebal dan jangan lupa pilih yang kuat, cirinya jika kita ketuk menggunakan jari bunyinya tek-tek bukan tok-tok. menggunakan kayu yang lebih tebal berarti dimensi bok harus lebih besar pula, misal 48x50x60, ini sangat besar apalagi untuk sub di kendaraan. Untuk kendaraan roda empat sebaiknya menggunakan yang berdiameter 10" saja karena volume bok cukup setengahnya, misalkan jika menggunakan papan kayu setebal 18mm kita pakai ukuran 40x40x40cm. Jika menggunakan papan kayu yang lebih tipis tentu dimensinya lebih kecil lagi. saya sarankan gunakan papan dengan ketebalan minimal 15mm, pilih yang kuat!

Jika anda mempunyai bok speaker 10" biasa jangan coba-coba mengganti drivernya dengan ukuran 12", suara mid dan treble-nya memang kenceng tetapi bassnya sangat kurang!!!

saran saya, sabaiknya ikuti saja pengalaman yang sudah berhasil!

Selamat bereksperimen!

PERCOBAAN BOX SPEAKER SUBWOOFER 12" Sphinx SX-1220

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

PERCOBAAN BOX SPEAKER 15"

|
Baca selengkapnya »
percobaan ini menggunakan papan setebal 18mm. Dengan dimensi 47.5x55x60cm.
Driver menggunakan ACR 15700 berdaya 850Watt. ukuran lubang port sekitar 4x45cm.
perkiraan volume sekitar 125 Liter.
Pengetesan menggunakan power amplifier 300Watt biasa

Hasil test:
Nada bass powerfull, kuat untuk lapangan. Karakter Kick, jika menggunakan lebih dari satu unit speaker hentakan bisa terasa didada. Saya rasa keunggulan speaker 15" bukan di kick tapi di getaran gitar bass yang membuat badan merinding. tetapi dimensi ini hanya mendukung nada bass kick, lumayan buat acara kecil-kecilan.

menurut spesifikasi yang terlampir di kardus speaker, Volume untuk ACR 15700 adalah 117 Liter. saya pasang di bok yang bervolume 125 Liter, hasilnya kurang memuaskan untuk speaker sebesar 15", walaupun ada yang memuji bassnya cukup adem.

sebaiknya kita gunakan speaker 15" Black Magic. saya rasa banyak merek lain
yang lebih murah dan lebih bagus dari black magic ini. kita tinggal pilih. menurut pengalaman saya membeli dan mengetes speaker driver tanpa bok adalah dengan cara mengetuk cone pakai jari dan bunyi ding-ding bukan deg-geg (utk bbrp professinal speaker).

Untuk percobaan berikutnya, dimensi bok diperbesar menjadi 55x55x70cm, perkiraan volume 130-150 Liter. Ini standar speaker 15" (hampir cocok untuk semua merek seperti ACR, BS, BW, RCF) untuk organ tunggal. Beberapa operator sound mengganti bok speakernya dengan ukuran ini. Beberapa di antara mereka juga bilang
speaker merek "x" bersuara bagus di nada mid-treble, dan nada bassnya cukup empuk, pas saya bandingkan ternyata ukuran cone lebih kecil dari ACR biasa, pantas saja dengan ukuran bok yang sama suara lebih empuk. Speaker kecil memang bersuara lembut dan empuk karena kita memasangnya dengan ukuran bok yang cukup/besar.

saya rasa kita tidak usah memperdulikan ukuran khusus tiap tipe/model speaker. Tidak usah pusing dengan beda tipe beda ukuran, seperti teori-teori sederhana yang ditulis para blogger yang memusingkan orang awam. mereka hanya membahas teori copy-paste tanpa membuktikannya, jika dibuktikan hasilnya pasti beda, pembahasannya
akan menjadi panjang. Untuk Ukuran speaker, saya rasa semuanya mirip, pukul rata,
jadi ukuran terakhir adalah ukuran yang ter-optimal untuk driver 15". Gain terkuat ada pada low kick drum yang empuk dan nada gitar bass yang menggetarkan badan.

Selamat ber-experimen!

PERCOBAAN BOX SPEAKER 15"

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

PERBANDINGAN KIT POWER AMPLIFIER RAKITAN

|
Baca selengkapnya »
1. Gain clone LM3886, TDA7294
TDA7294 sudah menggunakan sepasang mosfet sebagai finalnya, sedangkan LM3886 masih menggunakan transistor biasa.


Pengetesan...
TDA7294 supply 32V ct 5A output sebesar 150W rms, ini melebihi spesifikasi di datasheetnya. Untuk LM3886 dayanya jauh di bawah TDA, jujur apa adanya seperti di datasheetnya, 50Watt-an.
Amplifier ini low noise dan low gain sehingga haus sinyal input. Sinyal input harus diperkuat dengan rangkaian super tone control, kalau tidak begini nada bass sungguh pas-pasan.
Catu daya yang optimal untuk gainclone adalah 22-25v ct, lebih atau kurang dari ini power kurang maxi, power malah turun. Soal respon frekuensi jangan diragukan. Yang perlu diingat adalah bodi case terhubung ke jalur supply negatif, jadi jangan lupa untuk memasang isolatornya.

Rasanya TDA dan LM ini hanya bisa  mendrive speaker sampai 12" saja, untuk speaker 15" karakter woofernya susah keluar.

Dan percaya atau tidak LM ini memang berdaya 50Watt-an, tetapi 50Watt ini terbagi dalam beberapa daerah frekuensi, dan daerah bass hanya dapat menyalurkan sekitar 4 Watt saja, sisanya ada di mid dan treble, pantas saja nada bassnya masih pecah.

2. OCL (150 Watt)
Rangkaian ini cukup populer. Biarpun orang-orang banyak yang mengucilkan power ini,
saya masih memakai power ini (modif versi High Voltage). Mereka bilang transistor 2N3055 model jengkol bersuara kasar. kalau melihat datasheetnya dan membandingkannya dengan MJ2955 mungkin ya. Tetapi hasil tes justru bagus. Suara treble halus, medium jernih, kenceng, bass lumayan. Saya tes dihalaman yang luas pakai ACR C1230, suara bagus, nada bas memang kurang,

kekurangan ini ada di speaker bukan di power. Speaker ganti dengan black magic dan sedikit modifikasi pada box-nya nada bassnya baru keluar. Sampai saat ini saya belum menemukan power amplifier rakitan yang lebih bagus dari amplifier ini.

Rangkaian paling sederhana dan harga murah meriah. Daya output bisa disesuaikan dengan nilai supply-nya, kecil sekitar 70 Watt dengan supply 32V ct pada 8 ohm (satu speaker) dan bisa 150W pada 4 ohm (2 speaker). PA ini digeber panas sampai solderan meleleh dan kabel lepas. Pasang lagi kabel, Ok lagi. Ini kelebihan PA OCL transistor model jengkol. PA ini optimal untuk men-drive speaker 12". Untuk speaker lebih dari 12", bisa kita modif dengan supply lebih dari 32 volt.

Setelah dimodif, resonasi bassnya cocok & cukup aktif beda dengan amplifier lain. Dengan supply 42V ct, power pada daerah bassnya baru terhitung 50Watt-an, ini sudah cukup membuat badan merinding dan jantung berdebar, dan itu saya tes belum menggunakan pre-amplifier.
Silakan cobain dan rasakan getaran woofernya dengan speaker 15" yang ber-woofer! Bagi pemakai blazer dll akan berpikir untuk kembali ke OCL ini. :)



3. Kelas A, mosfet, cresscendo, axl, dan sejenisnya
Beberapa rangkaian ini sudah pernah saya rakit, hasilnya kurang memuaskan. Cocoknya untuk lapangan. Untuk ruangan sungguh sayang listrik. Setingan panas, watt mungkin kurang dari OCL. Amplifier ribet dan transistor mosfet mahal ini tidak saya sukai karena tidak jauh beda dengan amplifier rata-rata. Gain bass kecil mirip power amplifier IC. Maksud PA ini yang diunggulkan adalah di nada treble yang bening pada level volume tinggi (ini kalau bisa nyetingnya). Saya rasa amplifier yang lain juga bening asal jangan dipaksakan.



4. STK
Menurut percobaan teman-teman hampir sama dengan OCL. Kelebihannya suara yang lebih
halus. Kualitas suara diserahkan ke merek IC ini (Sanyo), kita tinggal memasang komponen luarnya saja. Sayangnya kualitas IC STK yang ada di pasaran diragukan. Bodinya seperti terbuat dari bahan plastik biasa bukan plastik karbon. Harganya sekitar 35 ribu. Toko yang lain malah bilang sudah tidak dijual lagi termasuk pcb-nya, karena IC STK yang asli harganya lebih dari 100 ribu. IC STK versi kecil dari sanyo, LA4440

5. Blazer
Sering dipakai organ tunggal, hampir semua menggunakan ini. Saya pernah merakit 2 blok mono dengan satu trafo, hasil suara tanpa dengung, ok-ok saja. Dengan penambahan kit master mixer/giga bass output bisa mencapai 400 Watt. Jika output dibebankan ke lampu 63v450w lampu menyala putih dan putus. Saya menggunakan trafo 10A/56V atau sekitar 600Watt-an. Karakteristik dari amplifier ini diklaim ngebass tetapi kurang detail di mid & treble, ini sifat dari transistor final yang dipasang secara common emitor (maksud saya supply masuk ke kaki emitor, mohon koreksi), sehingga output jalur speaker keluar dari kaki kolektor (current dumping).

Amplifier ini adalah amplifier lapangan yang cocok untuk digeber. Kalau merakit amplifier perhatikan juga keperluan & intensitas volumenya! kalau volumenya kecil saja, sayang final transistor (sanken) berada pada posisi antara kerja & kurang kerja, ini yang menyebabkan karakter suara jadi kurang detail, heatsink adem. Untuk menambah kejernihannya bisa seting bias arus idle sebesar 100-200mA tiap transistor final, efeknya heatsink menjadi panas.

Amplifier ini haus sinyal input, kalau diberi sinyal yang besar, getaran woofernya cukup terasa.

6. Power amplifier 600W dengan IC LM741 (Gajah),
Meniru elektor elrad 95 - ronica raksasa 300w dengan transistor 3 tingkat. Transistor final sering jebol karena kelebihan satu tingkat transistor penguat (darlington). Banyak yang salah pengertian. Sebenarnya rangkaian ini dimaksudkan untuk transistor final yang besar ber-gain rendah dan dipasang dengan jumlah banyak (misal 5 pasang), tetapi orang-orang malah memasangnya cuma 1 atau 2 pasang saja, jelas transistor final sering mati. Dengan gain sebesar ini (darlington 3 tingkat) banyak yang mengaku hentakan bass paling kuat dan terasa, tetapi konsekuensinya transistor bisa rusak. Biasanya transistor yang kuat untuk ini adalah sanker C2922. Karakter suara dari amplifier ini serak, output paling besar (secara teori & praktek) tetapi masih kurang power di zona bass.  Lepas saja sepasang transistor kecil penguat tegangan supaya bisa menyamai 300w elektor 11/1995.


7. Leach Amp
Menurut pengalaman yang pernah rakit, tidak jauh beda dengan PA di atas, transistor final sering mati padahal sudah komplit dengan fitur current over-load-protect & overload high frek yang menjaga kesetabilan frekuensi tinggi. Pola rangkaian ada kemiripan dengan Eti 300w. Sebagian transistor tidak bekerja, hanya sebagai penjaga overload saja. Transistor logam 2N susah didapat tetapi banyak yang menggantinya dengan kse340-350. Saya pernah rakit ok-ok saja, awet. Output lebih kecil dari amplifier 741, tergantung supply & beban. Katanya sih bassnya lebih pulen. Kata teman, bass yang pulen itu tidak pecah. Banyak yang mengklaim ini termasuk amplifier handal. Amplifier ini lumayan mahal, mending pilih yang lain.

Ini amplifier yang paling haus sinyal input, jangan heran kalau suara outputnya kecil. Amplifier ini harus diimbangi dengan pre-amp/mixer bergain tinggi baru bisa mengeluarkan power 200Wmax.
Dipasang dengan lampu clip detektor-nya, baru keluar daya 40-50Watt-an saja lampu clip sudah menyala.

8. Open air
Menurut percobaan teman-teman, amplifier ini bersuara mid, kurang cocok untuk low.
komponen pada papan rangkaian lebih sederhana dengan jumlah transistor lebih sedikit. Banyak toko amplifier di pasar cikapundung Bandung menggunakan kit ini. Menurut saya transistor final yang cocok untuk mendapatkan daya besar pada amplifier sederhana ini adalah mosfet.

9. Apex
Rangkaian ngarang, tapi banyak yang memuji kalau suaranya bagus. Sepasang transistor kecil berfungsi sebagai penguat sinyal/tegangan sedangkan yang lain berfungsi sebagai penguat arus. NsL 32 adalah led, sedangkan yang sampingnya adalah LDR, rangkaian ini berfungsi sebagai pembatas sinyal output. Output 500W dengan supply 65Vac, tetapi dengan adanya LDR ini sinyal di batas di 300W saja, tandanya led NSL menyala. Termasuk amplifier recomended. Jalur PCBnya memisahkan antara ground ct dengan ground signal sehingga hasil tanpa dengung. Untuk PCBnya sudah ada di kota Bandung.

10. Matrix 1.4
Saya senang & menghargai amplifier ini. Project open source. Untuk ke depannya saya mau berpindah ke sini tentunya dengan sedikit modif yang pas untuk saya. Setelah hari ini tidak akan ada lagi orang yang meremehkan amplifier buatan Indonesia, semoga.

Dari sekian banyak amplifier rakitan, baru Leach Amp & Apex yang menyertakan layout PCB dengan routing topology paling baik.

Semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saya rasa SEMUANYA bagus jika
kita mengerti kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, perasaan kita menjadi baik sehingga kita tidak mudah putus asa seperti langsung mengecap jelek PA tetentu padahal masalahnya belum tentu dari amplifiernya. Biasanya cocok-cocokan, misal kit power ini cocoknya digabung dengan kit yang itu. Jika memakai kit power saja tanpa tambahan kit pendukung yang lain hasilnya kurang maksimal.

Sebaiknya kita jangan terlalu berharap daya besar. Power IC LA4440 kurang dari 20 Watt saja bisa sekenceng power OCL, cuma beda di nada bassnya yang tidak bisa panjang. IC AN7145 berdaya kurang dari 15 watt sanggup menggetarkan kaca dengah satu speaker woofer 6".

Beberapa penjual di toko merancang amplifier dengan rancangan gaya masing-masing dan mengecap amplifier rakitannya lebih baik (nada jernih & bass solid) dari amplifier yang lain. Mereka juga bilang "kami spesialis amplifier, sudah lama dan berpengalaman"
Pernyataan di paragraf ini jangan dipercaya!!! Jangan langsung percaya sama orang yang belum dikenal!!! Penjual memang biasa seperti itu

Bagi yang punya OCL puaslah dengan OCLnya, begitu juga APEX, BLAZER dll... Hal lain yang lebih penting adalah kualitas speaker, mixer, & pengalaman/pengetahuan kita.

PERBANDINGAN KIT POWER AMPLIFIER RAKITAN

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

GAIN CLONE LM3886 AMPLIFIER

|
Baca selengkapnya »
Gain clone LM3886, TDA7294
sesuai dengan fungsi/aplikasi pada datasheetnya, amplifier ini lebih cocok
untuk ruangan kamar dengan kualitas hi-fi dengan daya cukup seperti OCL.
aplikasinnya ada di high-end tv dan surround sound.
keduanya bekerja pada kelas AB. TDA7294 sudah menggunakan sepasang mosfet sebagai finalnya, sedangkan LM3886 masih menggunakan transistor biasa.




hasil test
cukup bagus! menggunakan tone control nada treble labih powerfull,
nada bass yang kurang nendang bisa diatasi dengan penambahan tone control dan super galaxy. salah satu istimewanya, hampir/ tidak ada sinyal transien "duk" pada saat power dinyalakan sehingga tidak perlu penambahan speaker protector.

rahasianya ada di Resisror sekitar 22k yang terhubung pada pin 8 dan Vee ditambah
kapasitor elko senilai 1-100uf. nilai standarnya adalah elko biasa dengan nilai 100uf/10V. saya sarankan untuk menggunakan 220uF untuk memperlama waktu delay sehingga suara "duk" bisa dicut. seharusnya beginilah power amplifier.

menggunakan kualitas komponen yang bagus adalah pilihan. saya rasa menggunakan komponen standar juga bagus, yang terpenting adalah keaslian komponen aktif IC),rute ground pada jalur PCB, dan pengkabelan.

ada dua tipe, LM3886T dan LM3886TF. Menurut saya yang TF black lebih elegan dan lebih mudah pemasangannya karena tidak perlu isolator. Ingat logam bodinya terhubung ke negatif supply.

Untuk men-drive speaker yang banyak, kit ini bisa kita tambah dengan power transistor seperti transistor sanken. rangkaiannya bisa kita karang sendiri.

GAIN CLONE LM3886 AMPLIFIER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

TESTING PERCOBAAN SPEAKER BLACK SPIDER BS-15400

|
Baca selengkapnya »
Speaker ini bermagnet kecil-sedang. Bertutup dust tengah putih plastik aluminium. Berdaya 400 Watt. Harga sekitar 290k. Saya pakai bok dengan dimensi 48cmx60cmx60cm setingan kick drum, Perkiraan volume 120 Liter. Dites dengan power amplifier 300watt biasa.

hasil test suara kasar (ini rata-rata speaker besar), jarak belasan meter baru terasa halusnya, nada medium hingga fullrange sangat transparan. Pernah dipakai untuk acara pemilu. Daya lempar suara dari speaker ini sangat jauh jika dibandingkan dengan ACR . Cocok untuk orator yang menginginkan suara keras dan jangkauan jauh. Nada bass biasa aja, pas-pasan. Jika dipakai di dalam ruangan sih seperti tidak ada bedanya dengan speaker lain, tapi mungkin juga karena ada kesalahan teknis, seperti salah memainkan jenis musik. ACR black Magic juga kadang-kadang seperti ini, cocok-cocokan antara jenis musik yang dimainkan, setingan equalizer, dan ukuran volume box.
Pernah complain ke tokonya, dia test, suaranya lumayan juga bikin getar hati. Dia bilang ada bahan peredam di dalam boxnya, glass wol. Wah perlu dicoba nih...


Selamat ber-experimen!

TESTING PERCOBAAN SPEAKER BLACK SPIDER BS-15400

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

MODIFIKASI RANGKAIAN AMPLIFIER AGAR BASS LEBIH NENDANG

|
Baca selengkapnya »
Ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya.

1. Power supply
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan paksakan men-drive speaker 15" jika suara bass dirasa kurang.

2. Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang)
berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor.

3. Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan
misal 12" lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble, sedangkain 15" cenderung ke bas-mid dan gitar bass.

4. Untuk Power Blazer
Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat
bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya. Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. Power Blazer tidak perlu modifikasi, its ok.

5. Modifikasi pada rangkaian:
Tiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp,
resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan
R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan
menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer,
22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih.

Kapasitor input untuk power OCL biasa, ganti C input 100nF
dengan 22nF, kapasitor kecil ini jangan khawatir kekurangan bass. Nilai 22nF sangat cocok jika tone control menggunakan transistor seperti PCB ronica sc-006 (tone control transistor).

Untuk tone control yang menggunakan IC, C input jangan diganti dengan nilai keci tapi justru dengan nilai yang lebih besar, misal 220nF. Untuk 4 kapasitor yang ada di kaki potensio bass biasa menggunakan 33nF seperti di PCB ronica, bukan 47nF(ini kurang nendang).

Untuk kesetabilan frekuensi (bass-mid-treble) pasang kapasitor tambahan sebesar 1nF di resistor 100k (input power) secara parallel, ini akan membatasi signal noise yang mengganggu. Dengan kapasitor ini menjamin rangkaian dan speaker bekerja dengan karakter bass . Jika power dalam keadaan on dan kita sentuh inputnya, yang terdengar harus nada bass yang powerful, bukan jeritan treble yang mematikan tweeter.

selamat bereksperimen

MODIFIKASI RANGKAIAN AMPLIFIER AGAR BASS LEBIH NENDANG

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

MENGATASI DENGUNG DAN NOISE PADA RANGKAIAN AMPLIFIER

|
Baca selengkapnya »
Power amplifier yang kita rakit kadang menimbulkan dengung kecil karena grounding
yang kurang sempurna.
berikut ada beberapa cara untuk mengatasi dengung pada power amplifier:
1. Jauhkan rangkaian yang sensitif dari transformator, dimensi casing tidak terlalu kecil.
Salah satu blog malah menganjurkan untuk memakai dua bok, satu bok khusus untuk transformator. Untuk amplifier dengan trafo toroid atau trafo besar, sebaiknya hanya berisi rangkaian power ampli saja, tanpa tone control.
2. Rubah posisi transformator, sisi samping menjadi sisi bawah (trafo menjadi tinggi) dengan
tulisan menghadap rangkaian yang sensitif
3. Gunakan spacer pada tiap papan PCB setinggi setengah tinggi trafo, misalkan setinggi 2,5cm atau lebih sehingga papan PCB sejajar dengan inti/pusat transformator, di sini efek medan terlemah.
4. Sebaiknya menggunakan satu modul stereo daripada dua modul mono
ini untuk menghindari kesalahan pengkabelan. Jika terpaksa, usahakan ukuran
kabel antara modul kanan dan kiri sama panjang dan sependek mungkin.
5. Sebaiknya ambil jalur ground untuk speaker dari ct elko bukan dari ct trafo,
jika di papan pcb terpasang dua elko besar (seperti elko power supply), ambil
jalur ground speaker dari sini, dan cek dengar!
6. Untuk power supply radio (TX ataupun rx) yang sangat sensitif, gunakan kapasitor
4x100nf, pasang 4 kapasitor ini dengan mem-parallel pada tiap dioda (bridge).
7. Pada rangkaian tone control IC op-amp yang menggunakan catu daya simetris,
pemasangan kabel ground cukup diambil dari kabel ground signal saja. sebaiknya
IC power supply (7812) dipasang dekat dengan power supply utama, bukan
dipasang dekat tone control.
8. gunakan selalu kabel stereo yang terselubung sempurna (kabel stereo warna
merah putih yang tertutup ground dan terbungkus kulit transparan.
9. Untuk power supply, gunakan kapasitor elko sebesar 2200uF per amper
10. Perbesar kabel ground dan sependek mungkin, terutama sepasang elko (jalur ct antar elko) power supply (bisa dicoba untuk amplifier blazer)
11. Untuk amplifier yang dipasang dengan komputer sebaiknya casing jangan di ground tanah kalau casing PC sudah diground tanah
12. Pasang tiap kit rangkaian tanpa meng-groundnya lewat mur/baud/spacer. Jangan sampai jalur ground yang ada di lubang pcb terhubung ke casing/box. Jangan ikuti ground ini. ground yang menempel ke casing harusnya satu saja. bila perlu gunakan spacer plastik

mengatasi noise:
1. Gunakan komponen aktif (IC) yang berkualitas seperti TL084, TL074, bukan
LM324. LM324 merek apapun noise. Sablonan TL084 yang lebih terjamin asli berwarna kuning (ST), bukan putih. Untuk saat ini, IC TL084 yang disablon putih tidak stabil bekerja difrekuensi
tinggi (treble pecah & lebih noise). Untuk IC 4558 (NE5532) gunakan JRC4558D sablon warna putih biasa atau TL072 - TL082 kuning, LF353 noise. LM741 (NE5534) bisa diganti dengan HA17741 hitachi, LF351 mungkin noise juga, belum pernah coba.
kita tidak usah mencari-cari yang bermerek dan harga yang lebih mahal karena ini yang paling low noise.
2. Jika perlu, pada rangkaian power amplifier OCL, turunkan gain-nya dengan menurunkan nilai
resistor gain yang ada di jalur speaker dari 33k menjadi 22k, ini meniru gain-clone amplifier yang lebih rendah noise.
3. Sebaiknya sederhanakan rangkaian, rangkaian yang terlalu komplek lebih rentan terhadap noise dan gangguan.
4. Sebaikya potensio/volume dipasang di-input power amplifier, seperti amplifier professional tanpa tone control.

MENGATASI DENGUNG DAN NOISE PADA RANGKAIAN AMPLIFIER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

UKURAN KAWAT EMAIL TRAFO

|
Baca selengkapnya »
kawat email ukuran 1mm kuat arusnya berapa?
Saya cari di google, kok yang muncul kekuatan kawat untuk kabel,
bukan untuk trafo. wah ini ada yang ga beres, salah pengertian.
Banyak blog tulisannya cuma kopy paste aja, sama persis.
ini tabel asli dari elektronikakreatif.blogspot.com

nb: -> Utk trafo CT, cukup 1/2 dari arus nominal,
misal trafo 5A kecil menggunakan kawat 0.7mm(2.5A)
-> Arus yang sebenarnya bisa lebih besar/kecil
tergantung beban rangkaian
-> Kawat untuk trafo 5A besar = trafo 10A kecil
-> Trafo 5A/10A besar biasanya dipasang untuk PA stereo

UKURAN KAWAT EMAIL TRAFO

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

RANGKAIN INVERTING UNTUK MEMPERTAHANKAN NADA BASS

|
Baca selengkapnya »
(Rangkaian inverting, pembalik fasa180’ power doubler atau bridging adapter)

Power amplifier stereo dirasa kurang di nada bass, tetapi kalau satu speaker saja yang bunyi suara bassnya terasa mantap, ini ada beberapa kemungkinan, pertama satu kabel speaker terbalik, coba bolak-balik dan tes nada bassnya. Jika masih, anda perlu menggunakan 2 power supply atau mencoba memakai rangkaian ini. Catatan rangkaian ini bekerja untuk power amp satu trafo yang dirasa kurang daya dengan 2 speaker (stereo). Salah satu kabel speaker (output) harus dibalik, ini tidak apa-apa, hanya permainan fasa untuk meringankan kerja trafo dari hantaman bass.

Sebaiknya sebelum anda mecoba rangkaian ini, balikkan salah satu kabel speaker dan tes kedua speaker dengan nada-nada bass, hasil bassnya harus saling mengurangi (bass-bass=0). Selanjutnya lepaskan driver speaker dari boknya dan balikkan (driver speaker menghadap ke dalam bok), hasil bassnya harus bertambah (bass+bass=2bass). Salah satu toko kaset di kota Indramayu ada yang memakai cara sederhana ini, tentu kelihatan magnet speakernya, besar.

Jantung rangkaian ini menggunakan IC dengan 2 op-amp, bisa bertipe JRC4558, LF353, TL072, TL082, dan setipenya. Vcc= +/-70Vdc. Jika Vcc= +/-42Vdc, ganti nilai R9 & R10 dengan 2K2.
Op-amp 1 berfungsi sebagai buffer, sedangkan op-amp ke-2 berfungsi sebagai pembalik fasa 180’, keduanya memiliki penguatan sebesar 1 kali.

Daftar komponen:
R1,2,5,6.......... 100K
R3,4................ 2K2
R7................... 100
R9,10.............. 2K2-3K3
C1,2............... 100uf/25V
D1,2............... Zener 15V
IC1................. TL072

RANGKAIN INVERTING UNTUK MEMPERTAHANKAN NADA BASS

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

RAHASIA TIPS DAN TRIK PADA RANGKAIAN POWER AUDIO AMPLIFIER

|
Baca selengkapnya »
Rangkaian power amplilfier dari dulu sampai sekarang tidak banyak mengalami perubahan. Ada yang bilang rangkaian ini bagus, rangkaian itu bagus tapi pas dirakit
dan dites ternyata hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Masalah yang ada biasanya
treble kurang halus, suara kurang kenceng, suara pecah, dengung,
dites ditengah lapangan suara bass hilang. jadi anda tidak harus percaya omongan orang 100%. Kualitas amplifier built-up pasti berbeda jauh dengan amplifier rakitan, rangkaian boleh sama  tapi kualitas akan bergantung pada siapa yang merakitnya. Ingin tahu rahasianya?

Berikut ini ada beberapa trik yang perlu dicoba.

MENGATASI DENGUNG:
Power amplifier blazer sering dipakai dilapangan. Rangkaian ini konon
kata orang adalah rakitan bell. Tapi anda jangan langsung tertarik pada power ini, rangkaiannya agak rumit & susah dimengerti mencerminkan kecerdasan orang yang pertama kali mendisainnya. Menurut saya power yang bagus adalah power yang sederhana, murah, mudah dirakit dan rasional. Kita tidak perlu menggunakan komponen dengan harga mahal seperti kapasitor tantalum, power mosfet dan yang mahal lainnya. ini tidaklah menentukan sekali kualitas dari power amp yang kita rakit. Power besar kadang menimbulkan dengung, untuk mengatasinya yaitu dengan memisahkan antara ground sinyal (ground soket, ground casing) dan ground power.

CARA SETING TRIMPOT ARUS IDLE:
Putar trimpot arus (jika ada) sampai mengalirkan arus sebesar 50-100mA pada tiap transistor power, tujuannya untuk  menghindarkan cacat treble pada posisi volume di atas jam 10. Resikonya heatsink jadi panassss! (ini tanda setingan klass A-AB)

SETTING TRIMPOT DC OFFSET:
Pada saat input tanpa sinyal, putar trimpot offset sehingga tegangan di speaker benar-benar terbaca 0 Volt. Jika anda tidak mau susah-susah, gunakan dan percayakan saja rangkaian dengan ic tipe HA17741 dari Hitachi atau merek IC yang berkualitas lainnya! Ini jantung rangkaian, 90-95% kualitas rangkaian ditentukan dari IC ini!!!

MENGATASI SUARA LOYO/KURANG KENCENG:
Gunakan rangkaian pre-amp untuk menaikkan sinyal minimal sebesar 2 kali. biasanya dan seharusnya rangkaian pre-amp ini menggunakan IC op-amp dengan supply minimal +12V -12V. Naikkan nada mid-nya!
Kalalu anda tidak mau susah2 gunakan saja rangkaian tone control IC yang ada mid-nya!
Rahasianya bukan di nada mid-nya saja tapi sinyal output dari IC op-amp biasanya besar.

TREBLE PECAH:
Treble yang berlebihan akan merusak power amp, tenaga bukannya keluar malah ngedrop. Mengatasinya, pasang kapasitor filter 1nF pada input power amp ke ground untuk menjamin sinyal tidak cacat. Gunakan selalu komponen aktif yang berkualitas seperti IC dan transistor, harga beda Rp500 juga akan beda hasilnya.
Gunakan kabel yang besar dan sependek mungkin, terutama untuk kaki transistor power, dan sebaiknya transistor ini langsung disolder ke pcb.

KAPASITOR SUPPLY...
Biasanya power untuk lapangan menggunakan supplay trafo 50V CT 50V, atau minimal 42V ct 42V. Semakin besar tegangan supply semakin besar watt yang tersalurkan walaupun di rangkaian cuma tertulis 300-400 Watt saja. Tentu saja ini menggunakan kapasitor elko dengan voltase 80-100V. Kapasitor 10.000uF/100V akan sama dengan 4X10.000uF/50V.
Usahakan untuk menggunakan elko yang kuat di temperature 105 ‘C. Kapasitor ini kuat di supply lebih dari voltase nominal yang tertulis di badannya, biasanya dilebihkan sebesar 25%. Sebagai contoh kapasitor 4700uF/50V 105’C akan sama dengan 4700uF/63V 85’C. Supaya elko ini tidak cepat meledak jika diberi tegangan penuh, usahakan temperaturnya sedingin mungkin.

BASS HILANG DI LAPANGAN:
Coba gunakan driver speaker yang mempunyai diameter spul besar dipasang dengan ukuran  bok yang cocok. Biasanya disertakan contoh parameter dan referensi dimensi bok, tetapi referensi box yang diberikan tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan, tidak hanya pada ACR, Kicker Subwoofer pun begitu. Ukuran bok biasanya lebih besar dari bok2 -bok yang dijual di pasaran. kalau anda memaksa
menggunakan bok yang dari pasaran ini, gunakan driver bertipe G12-80 (maaf tidak sebut merek takut promosi)  speaker dengan nada bass untuk ukuran bok kecil. Dinding bok harus tebal, kuat dan jangan lupa diLEM!!! Bok yang dilem dengan yang tidak akan beda suaranya, terutama nada bass, buktikan!!! Baca juga Power OCL modif untuk speaker 15" & 18"

SENSOR PANAS
Berupa transistor, transistor ini biasanya bertipe MJE340 atau bisa juga BD139 letaknya ada ditengah, diapit oleh sepasang transistor yang bermodel sama. Transistor ini harus dipasang pada  main heatsink untuk  mendeteksi panas yang dihasilkan oleh transistor power. Kerjanya untuk menurunkan arus bias pada saat heatsink panas. Terus kenapa heatsink dan transistor power harus diset diposisi panas? Ya tujuannya
tidak lain untuk menghindarkan sinyal dari cacat (di kelas A atau AB), dengan konsekuensi panas. Kelas ini tidak perlu dan tidak akan terasa jika anda hanya menginginkan nada bass saja. Tujuan seting pada. kelas AB adalah suara tetap jernih walaupun volume diputar diposisi maksimal (di tengah lapangan).
Rasanya tidak mungkin, tapi ini lebih mendekati.

HEATSINK YANG BERUKURAN BESAR
Bukan hanya kapasitor elektrolit yang lebih mudah meledak di temperatur tinggi, transistor power juga bisa break jauh di bawah tegangan break aslinya. Sebagai contoh transistor 2SC5200 mempunyai tegangan break sebesar 230Vdc, tetapi jika temperaturya tinggi maka nilai tegangan break-nya akan turun jauh di bawah nilai ini, akibatnya transistor cepat rusak. Penggunaan heatsink dan kipas pendingin sangat penting bukan hanya untuk menurunkan panas, lebih dari itu dapat menghindarkan transistor dari
break/rusak dan output yang melemah. Semakin panas temperatur maka akan semakin kurang kemampuannya. Penggunaan pendingin ini diharapkan agar komponen tetap fresh, fit dan tahan lama.


PEMILIHAN KOMPONEN:
TRANSISTOR POWER
Banyak sekali tipe dan model transistor ini, sebagai contoh MJ15003-4 & MJ15024-5 dari Motorola, tapi sayang komponen ini sudah tidak diproduksi oleh Motorola lagi tetapi dari ON semiconductor. Hanya beda merek bisa mengurangi kualitas dan kepercayaan pelanggan. Transistor model jengkol biasanya lebih kuat di temperature tinggi, mungkin karena lebih kedap udara. Menurut beberapa teman, karakter dari transistor jengkol ini lebih kuat ke middle, terutama kalau sudah panas.

2SC5200 dari Toshiba, transistor ini dalamannya sama besar dengan Sanken 2SC2922, dan keduanya akan break jika temperaturnya terlalu panas. 2SC2922 Sanken mengeluarkan butiran-butiran timah jika dipanaskan, ini kelemahan.
2SC3281, transistor ini paling populer, paling linier di temperatur dingin-hangat dan sering dipakai pada  professional amplifier, tetapi Toshiba tidak lagi memproduksinya, gantinya ya C5200. Jika  transistor C3281 masih ada di pasaran, maka itu kemungkinan besar adalah palsu!!!
Karakter Sanken 2SC2922 diakui paling empuk. Toshiba 2sC5200 low juga dan paling banyak disukai karena karakternya dianggap paling linier dan cocok dengan selera telinga audio diyer.

TRANSFORMATOR
Ada dua model transformator yang sering dipakai, yaitu model EI (kotak/konvensional) dan model Toroid (Cincin/donat). Ada yang bilang trafo model toroid lebih bagus karena memiliki kobocoran fluk yang lebih kecil, pada kenyataannya sama saja, atau mungkin radiasi toroid lebih besar. Rangkaian-rangkaian yang sensitive terhadap flux ini adalah rangkaian yang berpenguatan tinggi seperti pre-amp head dan pre-amp mic. Rangkaian ini biasanya dipasang horizontal/datar sejajar dengan susunan kawat email trafo konvensional sehingga rangkaian menerima dengung yang lebih besar. Berbeda dengan trafo model toroid yang kawat emailnya tersusun secara vertical sehingga kawat-kawat ini tegak lurus dengan kit-kit rangkaian.
Efeknya adalah fluk yang di terima kit pre-amp head lebih kecil. Untuk mengatasi agar fluk ini tidak  masuk ke rangkaian adalah dengan men-shelding/ membentengi dengan plat berbahan aluminium padat kedap oksigen. Plat ini tentu saja dihubungkan ke ground melalui kabel. Untuk menyamai transmisi fluk secara vertical, trafo konvensional perlu di pasang miring (sisi samping dijadikan sisi bawah) sehingga susunan kawat trafo tegak berdiri, cara ini sering dipakai pada power2 built-up. Ini membuat kita harus memilih casing yang tinggi. Tegangan 50V CT 50V bisa didapatkan dengan menggabungkan 2 transformator 25VCT25V, CT tidak dipakai, kaki 25V dijadikan 50V sehingga kaki satunya menjadi CT, sehingga jumlah total adalah 100V atau 50VCT50V. Ini pantas dipakai untuk pwr amp berdaya di atas 400Watt.

RESISTOR 5W
Resistor pada pada kaki-kaki transistor power biasanya bernilai 0.5 ohm 5 Watt berbentuk kotak putih. Jika kita bongkar dalamannya maka terlihat ada kawat alumunium yang melingkar. Ini menyerupai induktor, reaktansi induktif pada induktor akan tinggi jika dialiri sinya berfrekuensi tinggi sehingga nada treble akan melemah dan cacat. Tetapi seringnya ini diharapkan untuk melemahkan cacatnya treble. Daya yang diperlukan untuk mengeluarkan nada tinggi (treble) tentu lebih besar, masalah ada di sini. Penggunaan R 0.5/5W pada power amplifier rumahan its ok-ok saja. Tetapi sering tidak disadari penyebab rusaknya speaker dan power amplifier adalah tingginya nada treble. Treble tidak keluar tetapi dihantam oleh pwr amp sehingga yang timbul adalah panas dan rusak. Sebaiknya gunakan resistor 2 Watt biasa 0.47 – 1 ohm parallel 2 sehingga terhitung 4 Watt. Atau jika menggunakan Resitor 0.22 ohm 2 Watt tidak perlu diparalel karena tegangan jepit cukup setengahnya (satu R 0.5/5W diganti satu R 0.22/2W) its ok.

FUSE
Sifat rusaknya bahan semiconduktor/transistor power amplifier adalah short, jika menggunakan supply yang cukup tinggi maka rusaknya satu transistor ini akan mengajak pasangannya untuk  rusak pula. Agar rusaknya transitor ini tidak berjamaah perlu adanya  pemasangan sekering. 1.5A per power transistor dirasa cukup.

RAHASIA TIPS DAN TRIK PADA RANGKAIAN POWER AUDIO AMPLIFIER

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

DEFINISI SOUND

| Senin, 23 Juli 2012
Baca selengkapnya »

"Tata suara" barangkali terjemahan paling mendekati untuk istilah "sound system". Namun para praktisi lebih menyebut Sound Sistem untuk seperangkat peralatan reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer (pencampur suara), amplifier, speaker monitor.

Seperti disebutkan di atas, sound system terdiri atas beberapa komponen yang dirangkai terpadu untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan berkaitan dengan suara/bunyi (auditif). Suatu sound system berkualitas harus mampu mereproduksi frekuensi audio dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Oleh karenanya semua komponen sound system atau Sewa Lighting & Sewa Alat Musik  (microphone, kaset/tape recorder - player, mixer, amplifier, speaker monitor) harus mampu merespon seluruh bidang frekuensi audio seperti disebut di atas.

Selain untuk kesenangan semata, perangkat sound system digunakan untuk tujuan-tujuan komersil seperti stasiun radio, stasiun tv, public address dan masih banyak lagi

 Dilihat dari penggunaannya, sound system terbagi atas dua kategori masing-masing untuk penggunaan di dalam (indoor) dan untuk penggunaan di luar (outdoor). Dan sudah barang tentu tuntutannya berbeda untuk setiap kategori. Untuk penggunaan indoor misalnya, power amplifier cukup 50 watt saja sedangkan untuk penggunaan outdoor diperlukan power amplifier sekitar 1 - 5 kw yang biasa diberikan oleh Sewa Lighting & Sewa Alat Musik .

Untuk penggunaan indoor 5 buah microphone sudah memadai tetapi untuk penggunaan outdoor sekitar 10 - 20 buah microphone. Mengapa untuk outdoorr begitu banyak? Sebagai contoh, untuk drum saja dibutuhlan minimal 5 buah microphone, belum untuk instrumen lainnya.
Pencampur suara (mixer) untuk indoor 8 trak sudah memadai tetapi untuk outdoor minimal 24 trak.
Tuntutan di atas tentu saja tidak mutlak namun bila kita bicara kualitas maka tuntutan tadi harus dipandang sebagai tuntutan profesionalitas, sebab pekerjaan amatiran tidak laku dalam dunia bisnis.



Untuk Sound Sistem rumahan (home use), alat pencampur suara yang disebut mixer ini tidak diperlukan benar karena hanya satu sumber suara yang digunakan. Fungsi pengalihan dari satu sumber suara ke sumber suara lainnya, misal dari radio ke tape, dilakukan oleh multi saklar atau multi switches. Mixer lebih banyak digunakan untuk tujuan komersial misalnya studio rekaman, studio radio, dan usaha-usaha lainnya yang bergerak dibidang audio entertainment seperti Sewa Speaker & Rental Audio .

Mixer sederhana minimal berkapasitas 4 trak/chanel. Sedangkan mixer yang lebih profesional yang biasa digunakan oleh Sewa Speaker & Rental Audio bisa berkapasitas 16 sampai 32 trak bahkan lebih. Pemilihan jumlah kapasitas tergantung kebutuhan/tuntutan pekerjaan selain pertimbangan ekonomis, sebab semakin besar kapasitas semakin mahal harganya.

DEFINISI SOUND

Posted by : Unknown
Date :Senin, 23 Juli 2012
With 0komentar

ISTILAH DALAM DUNIA AUDIO

|
Baca selengkapnya »

Begitu banyak bahasa yang digunakan dalam dunia audio, dan terkadang sering kali membingungkan kita sebagai praktisi/musisi/penikmat/pengam at dalam dunia audio.
Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Anechoic Chamber :
Suatu ruangan yang dirancang khusus untuk menghilangkan pantulan suara dari dinding. Idealnya, sebuah anechoic chamber tidak menimbulkan pantulan suara pada frekuensi berapa pun (dindingnya menyerap semua frekuensi) dan dapat �me-reproduksi’ suara asli yang telah di rancang/desain seakurat mungkin terhadap percobaan yang kita lakukan disitu.

Audio Mixer :
Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.

Basilar membrane :
Suatu lapisan didalam rumah siput telinga bagian dalam kita yang bertugas menganalisa frekuensi dari gelombang suara yang diterima oleh gendang telinga.

Clip On :
enis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.

Clipping :
Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitudo suara melewati
ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.

Complex tone :
Nada/suara yang mempunyai beberapa kandungan frekuensi, 99,9% jenis suara yang kita dengar adalah complex tone, hanya beberapa suara saja yang disebut pure tone (mempunyai kandungan satu macam frekuensi saja) seperti sine wave, beberapa jenis suara burung dan lain-lain.

Compressor :
Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.

Critical bandwidth :
Lebarnya bandwidth suatu band-passed noise yang dapat menutup suatu narraow band signal yang mempunyai frekuensi tengah dalam daerah yang sama. Critical band diartikan suatu daerah yang membatasi suatu sensasi roughness dimana satu frekuensi dapat terdengar dengan jelas.

DAW (Digital Audio Workstation) :
Perangkat rekaman yang berbasis digital atau komputer. Seperti Nuendo, cubase, Sonar dll…

Decibel (dB) :
unit logaritmik untuk mengukur level suara.
(sebuah satuan yg digunakan untuk mengukur suara, seperti cm(centimeter) pada jarak).

D.I. Box :
Alat yang berfungsi untuk mengubah signal unbalanced (-10dB) menjadi balanced (+4dB).

Diffuser :
Alat/materi yang secara umum memantulkan suara dan dipasang untuk mengurangi suatu pantulan yang terfokus, biasanya diffuser dipakai untuk menyebarkan frekuensi tertentu ke segala arah dengan rata (sering disebut dengan sebutan diffuser).

Difraksi:
Salah satu sifat suara yang dapat “memutar” jika menabrak benda yang besarnya lebih kecil dari gelombangnya.

Early reflection/pantulan-pantulan awal suara;
Pantulan-pantulan awal suara dari sumber suara yang sampai ketelinga kita rata-rata dengan satu/dua kali memantul dari dinding/langit-langit/lantai. Besarnya sangat dipengaruhi oleh koefisien penyerapan suara dari bahan-bahan yang terpasang pada dinding /langit-langit/lantai. Suara ini biasanya sampai ditelinga kita tidak lebih dari 50ms setelah suara asli dari sumber suara sampai.

Equalizer :
Alat untuk mengubah tonal balance dari suatu spektrum suara.
(Alat yg bs meng-CUT/mem-boost frequency yg diinginkan dengan Q-factor tertentu)

Fundamental frequency/frekuensi dasar:
Frekuensi alam (natural frequency terendah yang dihasilkan suatu system (harmonic pertama).

Frekuensi/frequency:
Banyaknya getaran yang terjadi dalam jangka waktu tertentu (satuan nya adalah Hertz, yang biasa disingkat Hz).

FOH (Front Of House):
Tempat yang digunakan untuk meng-control sound system.

Handheld Microphone :
Microphone yg dipegang oleh tangan/microphone genggam.

Harmonic:
Frekuensi-frekuensi spectrum suara yang berkelipatan bulat terhadap frekuensi dasar.

Infrasonic:
Frekuensi/suara dibawah batas pendengaran kita (kurang dari 20Hz).

Microphone :
Suatu alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Millisecond (ms):
Mili-detik. Sama dengan satu perseribu detik (1/1000 detik = 1 ms).

Mixer Monitor :
Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.

Noise:
Suara yang tidak dinginkan.

Omnidirectional :
Polar pattern yang dapat menerima suara dari segala arah.

Overtones:
Frekuensi –frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi dasar, dapat berkelipatan bulat atau pecahan.

PA (Public Address) System:
Bahasa professional untuk sound system yg menghadap ke penonton.

Phonemes:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Pink Noise :
Frekuensi dari 20Hz-20KHz dibunyikan secara bersamaan dengan volume kekerasan yang sama.

Resonansi:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Reverberation time:
Waktu yang dibutuhkan suara untuk berkurang 60dB disuatu ruangan yang mempunyai dinding-dinding reflective.

Reverberance:
Suatu sensasi reverberation didalam sebuah ruangan, dapat juga diartikan sensasi dimana kita dikelilingi oleh suara.

RTA (Real Time Analyzer):
Alat untuk mendeteksi frequency, bentuknya seperti PDA namun built in microphone.

Sensitivity :
Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh
microphone akibat energy suara yang mengenai membran
microphone.

Speech Intelligibility :
Kemampuan untuk mendengar dan memahami suatu pembicaraan,

SPL (sound pressure Level) :
Level tekanan yg di sebabkan gelombang suara biasa dengan satuan dB, bisa dilihat di setiap microphone (kemampuan SPL sebuah Microphone).

Tinnitus :
Sensasi ringing/buzzing/roaring/mendeng ung didalam telinga. Adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi dalam telinga kita.

Ultra sonic :
Frekuensi/suara diatas batas pendengaran kita (diatas 20.000 Hz)

White noise:
Suara yang tidak mengandung informasi, dimana suara ini mempunyai energy yang sama pada tiap interval frekunsinya. Contoh adalah suara air terjun.

Wirelless microphone :
Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system

ISTILAH DALAM DUNIA AUDIO

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲